Memilih Mainan Anak

Menurut milestone anak, dikatakan bahwa pemberian stimulasi atau rangsangan bagi anak usia balita melalui cara yang menyenangkan, merupakan salah satu prinsip dasar parenting yang perlu diperhatikan secara seksama oleh orangtua.

Memilih Mainan Anak


Masih menurut sumber yang sama, dikatakan bahwa stimulasi menyenangkan bisa didapatkan melalui aktifitas bermain, baik dengan menggunakan alat pendukung seperti mainan, atau bermain secara fisik.

Oleh karena itu, pemilihan jenis mainan ataupun permainan yang tepat, seharusnya menjadi perhatian orangtua, karena pada tahap ini, anak masih dalam proses belajar.

Bagaimanakah kiat dan tips memilih mainan anak agar memiliki manfaat sebagai proses pembelajaran ?

Kiat dan tips

Berikut beberapa kiat dan tips memilih mainan anak sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:
  • Bahan. Perhatikan bahan baku pembuatan mainan anak. Pada saat sekarang, terdapat beberapa jenis bahan mainan anak yang ternyata memiliki efek samping membahayakan karena terbuat dari melamin. Menurut riset Departemen Kesehatan, dikatakan bahwa mainan yang terbuat dari bahan melamin bisa memicu terjadinya kanker, apalagi jika anak masih gemar menelan mainan.
  • Ukuran. Perhatikan juga ukuran mainan anak yang harus disesuaikan dengan postur tubuh anak. Mainan anak yang terlalu besar atau terlalu berat, bisa saja memperbesar kemungkinan terjadinya cedera ketika bermain atau dimainkan. Demikian juga halnya jika ukuran mainan terlalu kecil. Ukuran mainan anak yang terlalu kecil bisa saja memperbesar potensi tertelannya mainan, apalagi jika anak masih gemar memasukkan apapun ke dalam mulutnya.
  • Edukatif. Pilihlah jenis mainan yang memiliki nilai edukatif, terutama dalam melatih kemampuan kognitif, motorik serta kecerdasan anak. Beberapa jenis mainan edukatif anak yang bisa dipilih antara lain mainan menyusun potongan gambar atau puzzle, menyusun balok, atau bahkan mainan aneka bentuk yang bisa dimasukkan ke dalam wadah yang memiliki bentuk sesuai dengan jenis mainan.
  • Sesuai usia. Sesuaikan juga jenis mainan dengan usia anak. Anak berumur 2 tahun pastinya tidak cocok jika dibelikan mainan remote control karena masih terbatasnya kemampuan motoriknya. Demikian juga jenis mainan yang bisa menirukan suara pastinya juga tidak cocok untuk anak usia kurang dari 2 tahun karena kemampuan verbalnya yang masih terbatas.
Demikianlah beberapa kiat dan tips memilih mainan anak yang bisa dipertimbangkan orangtua.

Comments

Popular posts from this blog

Tengkurap Pada Bayi & Cara Melatihnya

Berbagai Jenis-Jenis Sepeda Untuk Anak

Terapi Infused Water untuk Tumbuh Kembang