Mengapa Bayi Manusia Tidak dapat Berjalan Seperti Bayi Hewan Saat Baru Lahir
Tuhan menciptakan manusia dengan sangat sempurna, dibandingkan dengan
makhluk-makhluk lain di bumi.
Manusia diberikan otak dan pikiran yang
sempurna, tidak seperti hewan yang sama sama memiliki otak tapi tidak
mampu berpikir seperti manusia. Hewan tidak memiliki kecerdasan seperti
manusia. Dengan tingkat kecerdasan yang dimiliki manusia manusia mampu
beerkembang dengan sangat baik.
Mengapa bayi-bayi manusia tidak bisa berjalan seperti bayi hewan saat
lahir?
Padahal semua orang mengetahu bahwa manusia adalah ciptaan yang
paling sempurna dari Tuhan di bumi ini. Tingkat kecerdasan juga di atas
yang lain. Hanya manusia yang bisa membangun peradaban dan kehidupan
dari kuno ke abad modern yang tentu saja itu perkembangan yang berlalu
dalam waktu yang sangat lama.
Untungnya, kita hidup di abad modern sekarang, jika manusia purba tidak
pernah mengenal selfie karena tidak ada kamera.
Kemudian di abad modern
sekarang, manusia tahu selfie, ada banyak jeni foto selfie, seperti foto
"monyong", berpura-pura tidur, foto tampan dan foto selfie aneh dan
bisa membuat sakit mata.
Sebenarnya manusia cerdas, benar bukan? dan
sekarang pertanyaannya adalah jika manusia adalah cerdas, maka mengapa
bayi manusia tidak bisa berjalan langsung? Sementara bayi hewan langsung
berjalan setelah lahir?
Jika pertanyaanya seperti itu bahkan jika
manusia seperti Einstein tidak bisa langsung berjalan setelah lahir
hhhmmm apa sih itu artinya?
Bayi Manusia Tidak dapat Berjalan Seperti Bayi Hewan Saat Baru Lahir
Soerang neurofisiologi, Martin Garwicz dari Lund University mengatakan,
mengapa bayi hewan langsung berjalan setelah lahir sementara yang lain
perlu beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan seperti manusia, hal
itu terjadi karena ukuran otak mamalia dewasa akan mempengaruhi dan
menentukan saa berjalan.
Intinya adalah ukuran yang lebih besar dari
otak akan ada lebih banyak sel-sel di otak dan sel-sel lama di otak
menghubungi dengan sel-sel lain.
Saat lahir, bayi manusia otak belum
membentuk sel-sel otak yang menghubungkan dan total lebih dari 110
miliar. Bayangkan sel sel otak lelah alam bayi manusia dan harus membuat
dirinya terhubung dengan 100 miliar sel otak yang lain.
Wow sangat
capek..betul begitu?
Dan otak bayi hewan memiliki sekelompok sel sel
otak yang sudah terhubung sehingga bayi hewan memiliki keterampilan
dasar untuk keberlanjutan kehidupan. Misalnya, bayi hewan bisa berjalan
setelah lahr, tambahan fakta dari Greg Jacobson dalam Hournal of
Neurology Inggris, ketika bayi manusia berumur 4 bulan, tingkat
kecerdasannya hampir sama dengan simpanse berumur 2 tahun, sementara
pada bayi manusia 10 bulan tingkat kecerdasannya sama dengan simpanse
dewasa kecerdasan bayi manusia bisa menyalip intelegensi bayi hewan.
Jika perumpamaannya kendaraan, kecerdasan bayi manusia seperti mobil
sport dengan kecepatan penuh yang sirkutinya tak berujung dan kecerdasan
bayi hewan seperti naik sepeda di 100 meter di sepanjang sirkuit.
Hal ini bisa dibuktikan ketika manusia membutuhkan waktu yang lama untuk berjalan. Mungkin setelah proses lebih jauh, bayi manusia siap berjalan pada usia 12-18 bulan.
Meskipun tingkat kecerdasan manusia memang sama atau bahkan bisa lebih rendah dari kecerdasan hewan saat lahir, tapi setelah berbagai proses melalui kehidupan, kecerdasan manusia akan tumbuh pesat sampai sekarang.
Jadi jangan heran jika manusia bisa membangun peradaban modern.
Mungkin kecerdasan manusia akan tumbuh berkembang dn membentuk peradaban manusia yang lebih modern seperti di film film fiksi.
Comments
Post a Comment